Selasa, 08 Juli 2014

Guruku Tercinta

Puisi ini menceritakan tentang kehidupan seorang Guru yang selalu gigih dalam tugasnya mengajarkan ilmu kepada muridnya. Perjuangan seorang Guru yang selalu tanpa lelah dan pantang menyerah walaupun banyak hal yang membuatnya terjatuh. Dan inilah kisah penyesalan seorang murid yang telah membuat kecewa dan sakit hati gurunya.

Guruku Tercinta
Oleh Eggady Peterson

Saat pagi menjelang kau sibukkan diri
Benahi semua tuk berjuang setiap hari
Bahkan saat semuanya masih di dalam mimpi
Kau bergerak pergi tuk mengabdi pada negeri

Kau langkahkan kaki tanpa terhenti
Melewati semua yang menghalangi
Disaat tak mungkin menjadi pasti
Walaupun harus memaksakan diri

Tlah tiba waktunya dan lonceng pun berbunyi
Lalu bergegas masuki kelas tuk ajarkan ilmu yang kau miliki
Dengan semangat hati yang suci
Tuk mencerdaskan semua anak bangsa ini

Namun tak semua mendengarkanmu
Tak hiraukan, mematuhi dan perhatikanmu
Membuatmu kesal akan tingkah lakuku
Bahkan mengecewakanmu membuatmu menangis pilu

Guruku maafkan aku atas segala ulahku
Aku tak pernah mengerti sulitnya menjadi dirimu
Aku tak pernah hargai atas segala perjuanganmu
Terima kasih guruku, engkaulah insan mulia dalam hidupku


Jakarta, 8 Juli 2014

Teman Sejati Kawan Abadi

Puisi ini menceritakan tentang kesetiakawanan seorang sahabat yang selalu men-support seorang temannya yang putus asa karena tidak dapat mendapatkan kekasih hatinya. Selalu mendukung dan menemaninya dalam susah maupun senang lebih dari sekedar teman, kawan, rekan maupun sahabat melainkan belahan jiwanya.

Teman Sejati Kawan Abadi

Oleh Eggady Peterson

Sudah lelah kucari tambatan hati

Memaksaku agar tak terhenti
Terus menerus dan terus berlari
Menuntut akan sebuah imaji

Aku sadar aku tak bisa

Aku mengerti akan sulit terasa
Tapi dirimu anggapku bisa
Meraih semua dalam angan di kepala

Aku akui tak ada sepertimu

Ringankan beban dan uluran tanganmu
Untuk aku yang lemah tanpamu
Untuk aku yang slalu membebanimu

Berlalu sudah hari demi hari

Begitu setianya kau menemani
Begitu eratnya bagaikan tali
Kau teman sejati, kau kawan abadi


Jakarta, 7 Juli 2014

Kamis, 19 Juni 2014

Kita dan Hujan

Puisi ini bercerita tentang kisah dan kenangan banyak orang disaat turun hujan. Hujan memiliki banyak kesan saat terjadi peristiwa dan kejadian. Maka dari itu setiap orang yang memiliki kenangan saat turunnya hujan, kemungkinan mereka akan ingat lagi kenangan itu bersamanya disaat turun hujan lagi.

Kita dan Hujan
Oleh Eggady Peterson


Denganmu, aku bahagia

Dan tercipta senyum dan tawa
Pelangi hiasi berjuta warna
Tuk tebarkan pesona dunia

Dan kini langit berubah warna
Terlihat rintikan dan hujan pun tiba
Sirami dunia disaat kita bersama
Mengalirkan tentang sebuah kisah cinta

Hujan menyaksikan banyak cerita
Hujan menceritakan kenangan kita
Saat ku bahagia, Ia hadir disana
Saat ku berduka, Ia temaniku disana

Terlalu banyak kisah lainnya yang tersimpan
Dan tak terhitung seperti yang Ia teteskan
Cerita kita biarkan hujan yang merahasiakan
Dan tiap orang punya kenangan saat turun hujan


Tegal, 19 Juni 2014

Bulan Istimewa

Puisi ini menceritakan tentang menjelangnya bulan Ramadhan atau bulan puasa, tentang seorang hamba yang mensyukuri akan segala karunia yang telah Allah berikan dan juga bersyukur akan datangnya bulan suci Ramadhan. Serta doa seorang hamba yang memohon ampun atas segala dosanya dan agar digolongkan menjadi orang yang beriman bertaqwa serta menjadi orang yang dekat dengan Rasulullah SAW.

Bulan Istimewa
Oleh Eggady Peterson

Setiap waktu ku nikmati karunia-Mu
Setiap hari ku cari dan ku ambil rizqi-Mu
Anugerah-Mu tlah mengalir didalam hidupku
Sungguh besar karunia-Mu  yang Kau berikan padaku

Hari-hari berlalu dan bulan-bulanpun berlalu
Tak terasa kan datang bulan istimewa itu
Bulan penuh rahmat dan hidayah dari-Mu
Bulan penuh kesucian dan pengampunan dari-Mu

Akan ku jalani perintah-Mu didalam bulan itu
Tuk menahan lapar, haus dan segala hawa nafsu
Tuk penuhi kewajibanku manakala mereka sebelum ku
Agar aku menjadi orang bertaqwa kepada-Mu

Ya Allah Tuhanku, ampunilah segala dosaku
Dosaku kini, dihari nanti dan masa yang berlalu
Golongkanlah aku orang yang beriman dan bertaqwa pada-Mu
Dekatkanlah aku pada Rasul-Mu, Muhammad utusan-Mu 


Tegal, 17 Juni 2014

Senin, 16 Juni 2014

Berlalu Pergi

Puisi ini mengisahkan tentang dua orang yang telah lama saling kenal tapi baru sekali bertemu. Sebenarnya dulu mereka sudah saling memendam rasa suka, tapi karena hubungan mereka dibatasi oleh jarak  dan status mereka hanya teman dekat yang suka saling curhat, dan pada akhirnya mereka tidak ada yang menyatakan perasaan pada satu sama lain. tapi saat pertemuan pertama itu mereka menikmati pertemuan itu, bahkan layaknya sepasang kekasih. Dan di akhir pertemuan itu lelaki itu bermaksud menyatakan perasaanya pada si perempuan dengan hati yang agak ragu karena sifatnya yang tak menentu tapi akhirnya laki-laki itu mengambil keputusan untuk mengatakan saat itu juga, namun sayangnya jawaban yang ia dapat hanyalah menunggu. Setelah itu mereka berpisah dan si perempuan itu mulai menghindari lelaki itu, dan lelaki itupun menjawabnya dengan menghapus segala yang terkait dengan perempuan itu.

Berlalu Pergi

Ku langkahkan kaki ini hingga jauh
Seperti biasa jarak dan waktu kan ku tempuh
Namun separuh langkahku nampak hadirmu
Hingga ku abaikan sejenak perjalananku

Di tempat itu kita jumpa pertama
Di kota itu kita ceritakan kisah lama
Lalu tersipu seakan kau menyimpan rasa
Hingga diriku pun merasa bangga

Lalu ku berikan padamu sebuah tanda
Yang dapat kau lihat kapanpun kau suka
Meski tak berharga tapi memiliki segenap rasa
Kau pun terima dengan hati terbuka

langit meredup dan surya menjadi jingga
Aku dan kau mulai beranjak ke tempat lainnya
Ku coba dekati dan menggenggam tangannya
Agar terasa indah kesan yang pertama

Kita ingin melihatnya, namun waktu tak menerima
Dan berpindah lagi dengan suasana berbeda
Hatimu pun sepertinya tak seperti biasanya
Mulai gelisah dan tak nyaman sepertinya

Dan aku ragu dan mulai terbawa
Jujur aku tak ingin mengatakan sekarang juga
Rasa ini tercampur dan berubah warna
hatiku dilema oleh rasa dan suasana

Terpaksa aku harus katakan ini
Dan pasrah dengan apa yang kan terjadi
Nyatanya tak seindah seperti mimpi
Dirinya menghilang dan berlalu pergi


Tegal, 16 Juni 2014